Loading...

Kamis, 21 Oktober 2010

MATERI - MATERI TUG SATLAN

Materi
PROBLEM SOLVING

A.    Pengertian Problem Solving
Problem solving sama artinya dengan pemecahan masalah. Problem solving adalah suatu pendekatan dalam menghadapai masalah. Problem solving juga merupakan suatu prosedur yang didalamnya terdapat langkah-langkah yang harus diikuti dalam memecahkan sebuah masalah yang dihadapi seseorang sebagai perorangan atau seseorang bagai pemimpin organisasi atau anggota organisasi.
B.    Pengertian Masalah
Masalah dapat digambarkan sebagai suatu keadaan (terlihat atau tidak terlihat) dimana antara yang diharapkan dengan kenyataan tidak sesuai. Antara apa yang direncanakan dengan kenyataan tidak sesuai. Atau terdapat hambatan antara yang diinginkan dengan keadaan sebenarnya.
Masalah berbeda dengan keluhan. Keluhan biasanya merupakan akibat dari masalah yang tidak jelas atau tidak teratasi/ tidak terselesaikan. Sementara kasus adalah suatu masalah yang sesegera mungkin membutuhkan pemecahan atau segera untuk ditangani. Masalah yang tidak sesegera dipecahkan akan dapat menimbulkan masalah baru. Maka perlu penyikapan dari setiap masalah yang dialami.
C.    Bagaimana Menyikapi Masalah
Dari beberapa orang yang sedang menghadapi masalah ada lima tipe sikap yang dilakukan :
1.    Lari dari masalah
2.    Menghadapi dan memecahkannya
3.    Mengeluh
4.    Tidak tahu apa yang harus dilakukan
5.    Meminta bantuan kepada orang lain



D.    Langkah-langkah Dalam Memecahkan Masalah
Dalam memecahkan masalah yang dialami perlu memahami langkah-langkah berikut :
1.    Merumuskan masalah yang akan dipecahkan, perlu mendalami hakikat dari masalah itu.
2.    Menganalisa sebab-akibat dari masalah, perlu diketahui sebab masalah itu terjadi dan akibat/ konsekuensi yang akan muncul bila tidak diatasi. Untuk menganalisa perlu data dan fakta yang jelas/ akurat. Hal ini bertujuan untuk memperkecil resiko yang muncul dari sebuah keputusan yang akan diambil dari pemecahan masalah yang dialami.
3.    Menghimpun berbagai alternatif pemecahan, yaitu berbagai kemungkinan yang dapat dipilih untuk dilaksanakan sebagai jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
4.    Memilih alternatif yang paling tepat, alternatif yang tepat dapat dilihat dari segi biaya, waktu, sarana, kemampuan dalam melaksanakan. Dengan kata lain apakah alternatif yang dipilih dapat mempermudah tercapainya tujuan, dapat mengurangi kerugian, dapat mengurangi konflik dengan orang lain, dapat memberikan kepuasan, mampu dan mau melaksanakannya.
5.    Melaksanakan pilihan dalam bentuk kegiatan terencana,keputusan yang akan diambil akan dapat berfungsi memecahkan masalah apabila dapat dilaksanakan. Perlu adanya rencana kegiatan yang matang agar masalah dapat terpecahkan dan tidak muncul/ mengurangi munculnya masalah baru yang lebih rumit.





Materi
SISTEM PENGAJARAN DI PERGURUAN TINGGI (PT)

A.    Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru
Secara umum ada tiga jalur untuk penyeleksian mahasiswa baru di Perguruan Tinggi (PT) antar lain :
1.    SPMB, adalah Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
2.    SPMP, adalah Seleksi Penerimaan Mahasiswa Prestasi
3.    UMU, adalah Ujian Masuk Universitas
B.    Sistem Pengajaran DI Perguruan Tinggi
1.    Istilah-istilah yang ada dan sering digunakan di Perguruan Tinggi
ü    Registrasi, adalah daftar ulang untuk awal ajaran baru baik bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa yang sudah lama dan dilakukan satu semester sekali.
ü    SKS, adalah Sistem Kredit Semester
ü    KRS, adalah Kartu Rencana Studi
ü    KHS, adalah Kartu Hasil Studi
ü    Yudisium, adalah Waktu penerimaan KHS
ü    Rektor, adalah pemimpin yang menduduki jabatan ketua di Universitas/ PT
ü    Dekan, adalah pemimpin yang menduduki jabatan ketua di Fakultas
ü    Kajur, adalah Ketua Jurusan
ü    Dosen Wali, adalah dosen yang memegang perwalian bagi mahasiswa
ü    Asdos, adalah asisten dosen / mahasiswa yang membantu atau mewakili dosen mengajar
ü    OKKA, adalah Orientasi Kehidupan Kampus
2.    Perbedaan Sistem Pengajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan di Perguruan Tinggi (PT)

No    Pembeda    SMA    PT      
1
2

3
    Pengajar
Metode Mengajar

Sistem Nilai    Guru
Sistem paketan dari DIKNAS
Rapport (dengan dirangking)    Dosen
Sistem SKS

KHS (dengan IP/ Indeks Prestasi)   
3.    Perbedaan Sistem Belajar di SD, SMP, SMA, PT

    SD    SMP    SMA    PT      
Pengajar/ guru    75 %    60 %    50 %    25 %      
Siswa/ Mahasiswa    25 %    40 %    50 %    75 %   
Keterangan : di SD, yang berperan dalam pembelajaran adalah guru yanitu 75 % sementara siswa hanya berperan 25 % saja. Begitu juga dengan di SMP, SMA, PT.





Materi
PACARAN DAN PERGAULAN BEBAS

A.    Pacaran
1.    Pengertian pacaran
Pacaran adalah proses saling memiliki antara dua insane lawan jenis untuk dapat mengenal dan untuk memahami lawan jenisnya serta adanya sikap saling mempercayai dan menghargai antara keduanya.
2.    Teknik menembak (mengungkapkan cinta) agar tidak grogi :
ü    Percaya diri
ü    Memilih waktu yang tepat
ü    Memilih situasi dan kondisi yang memungkinkan
ü    Tidak memandang mata lawan jenis terlalu lama
ü    Mempersiapkan kata-kata yang tepat
ü    Mengungkapkan dengan puisi ataupun barang
ü    Terlebih dahulu melakukan pendekatan
ü    Mengikuti acara TV katakana cinta
3.    Cara membedakan dan menguji laki-laki yang gombal dengan yang tulus mencintai pasangannya
ü    Mencoba si wanita memutuskan hubungan cinta dengan tujuan menguji kesungguhannya
ü    Pandang matanya, jika gombal maka dia akan memalingkan muka, sedangkan jika tulus dia akan memandang lawannya
ü    Jika gombal ditandai dengan hubungan yang semakin lama semakin renggang dan mementingkan diri sendiri (egois), serta membatasi ruang gerak lawan jenisnya
ü    Jika pacaran hal yang dilakukan berbau kegiatan seksualitas, maka hal ini bukan dikatakan cinta tetapi nafsu.
B.    Pergaulan bebas
Dewasa ini banyak fenomena siswa yang pacaran sudah kelewat batas, bahkan sudah terjangkit remaja-remajayang masih belajar di tingkat SMA. Dikatakan kelewat batas ini didasarkan dengan norma dan hal-hal yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri antara lain KNPI (kissing, necking, petting, intercrossing). Adapun hal-hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari pacaran yang kelewat batas antara lain :
1.    Menjaga keimanan dengan menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang diyakini
2.    Tidak berpacaran ditempat-tempat yang sepi, tetapi berpacaran ditempat yang ramai
3.    Tidak melihat film atau gambar yang sifatnya pornografi
4.    Mempunyai pandangan bahwa orang yang kita cintai perlu dijaga bukan dirusak dengan kegiatan seksualitas ketika pacaran
5.    Pacaran sebagai media untuk menyemangati diri dalam kehidupan dan belajar
6.    Tidak bergaul dengan teman yang berpacaran sudah kelewat batas, karena tanpa sengaja kita bisa terpengaruh
7.    Ketika berpacaran lakukanlah hal-hal yang positif




Materi
BIMBINGAN KELOMPOK

A.    Pengertian Bimbingan Kelompok
Bimbingan kelompok adalah suatu proses pemberian bantuan yang diberikan kepada individu dalam situasi kelompok, sehingga diharapkan terjadi dinamika kelompok yag dapat menyatukan berbagai pendapat dari anggota kelompok.
B.    Tujuan Bimbingan Kelompok
1.    Membantu individu menemukan diri, yaitu menemukan kemampuan yang terpendam mengenai pemikiran, ide-ide, sesuai dengan topik bahasan ketika pengemukaan pendapat dalam bimbingan kelompok
2.    Membantu individu mengarahkan diri, yaitu membantu individu untuk berfikir secara terarah dan mengembangkan kemampuan berfikir dalam mengemukakan ide
3.    Membantu individu menyesuaikan diri dengan lingkungan, yaitu individu mampu berada dalam lingkungan sosial yaitu berada dalam kelompok
C.    Asas Bimbingan Kelompok
1.    Asas Keterbukaan, asas bimbingan kelompok yang menghendaki adanya kesukarelaan dan kerelaan anggota kelompok untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok
2.    Asas Kesukarelaan, asas bimbingan kelompok yang menghendaki agar anggota kelompok bersikap terbuka dan tidak berpura-pura baik didalam memberikan keterangan dirinya maupun memberikan informasi kpada anggota kelompok lain
3.    Asas Kekinian, asas bimbingan kelompok yang menghendaki agar isi layanan dengan topik bahasan yang bersifar sekarang baik pelaksanaannya maupun masa terjadinya
4.    Asas Kerahasiaan, asas bimbingan kelompok yang mengharapkan untuk setiap anggota kelompok merahasiakan mengenai data ataupun identitas anggota kelompok, namun asas kerahasiaan dalam bimbingan kelompok bersifat flksibel bisa digunakan maupun tidak tergantung dari topik bahasan

D.    Tahap-tahap Bimbingan Kelompok
1.    Tahap pembentukan
a.    Mengadakan rapport yaitu dengan jalan mengadakan perkenalan dan permainan.
b.    Menjelaskan pengertian tentang bimbingan kelompok dengan topik bebas kepada anggota kelompok.
c.    Menjelaskan cara kegiatan dalam bimbingan kelompok topik bebas.
2.    Tahap Peralihan
a.    Menjelaskan kegiatan yang tepat dalam kegiatan berikutnya.
b.    Menanyakan pada anggota tentang kesiapannya dalam mengikuti kegiatan ini.
c.    Mengadakan kontrak waktu
3.    Tahap kegiatan
a.    Penulis / pemimpin kelompok menugaskan kepada setiap anggota kelompok untuk mengungkapkan permasalahannya masing-masing, setelah itu dipilih salah satu topik permasalahan yang harus dipecahkan bersama dalam suatu kelompok
b.    Penulis / pemimpin kelompok memberikan masukan jika diperlukan serta mencegah adanya penyimpangan dalam pembahasan masalah.
c.    Merangkum hasil diskusi.
4.    Tahap pengakhiran
a.    Mengakhiri pertemuan dengan semua anggota dan anggota diminta untuk mengungkapkan kesan dan pesannya.
E.    Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok adalah suatu kondisi dalam kelompok yang memancarkan keharmonisan, kerjasama yang baik, sehingga diskusi dalam kelompok bisa hidup dan berkembang sesuai dengan ttujuan bimbingan kelompok.







Materi

MENGHADAPI PENGAJAR DAN PELAJARAN YANG TIDAK DISENANGI

Siapapun yang pernah menikmati bangku sekolah, tentu pernah menghadapi guru. Dari salah satu guru itu adakalanya kurang menyenangkan dan tidak disenanginya. Dilain hal akan mengakibatkan pelajaran yang diajarnya menjadi tidak menyenangkan dan tidak disenanginya.
Setiap siswa boleh saja memunyai suatu gambaran figur guru yang benar-benar ideal. Namun siswa juga jangan terlalu berharap setiap guru akan bisa mengajar sesuai dengan harapn mereka, karena harapan seperti ini dapat menimbulkan masalah yang mengakibatkan mereka hanya bisa belajar dengan rajin jika diajar oleh guru yang mereka senangi. Sebaliknya ia akan malas dan sulit mempelajari pelajaran yang diajarkan guru yang tidak mereka senangi.
A.    Menghadapi Guru Mata Pelajaran Yang Tidak Disenangi
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menghadapi guru yang tidak disenangi, antara lain :
1.    Pahami dan yakini sedalam-dalamnya bahwa setiap guru memiliki kekurangan, misalnya dala hal komunikasi, metode mengajar, penampilan. Namun dibalik itu yakinilah banyak kelebihan yang dimilikinya
2.    Jangan terlalu menuruti perasaan saja, misalnya dengan sikap masa bodoh terhadap pelajaran yang diajarkan oleh guru yang tidak disenangi
3.    Ketidak senangan kepada guru tertentu hendaknya jangan sampai membuat kita bersikap tidak sopan yang tidak merusak hubungan baik dengannya. Dengan begitu kita tidak menciptakan masalah baru yang dapat menimbulkan ketidaktenangan dalam belajar
4.    Usahakan agar perhatian tidak terlalu fokus kepada guru yang mengajar, berikanlah perhatian yang lebih besar kepada pelajaran yang diajarkan
5.    Usahakan untuk selalu belajar dengan inisiatif dan kesadaran sendiri. 


B.    Menghadapi Pelajaran Yang Tidak Disenangi
Sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya bahwa ketidaksenangan terhadap guru akan menyebabkan siswa tidak menyukai pelajaran yang tidak diajarkan. Namun adakalanya seorang siswa kurang menyukai pelajaran tertentu, walaupun guru yang mengajar bukan termasuk guru yang tidak disenangi. Tentu saja sebab-sebab tersebut perlu diketahui agar kita dapat mengatasinya dengan mudah. Sebab-sebab suatu pelajaran tidak disenangi antara lain :
1.    Adakalanya sulit belajar pada pelajaran tertentu yang dirasakan sangat sulit untuk diatasi
2.    Siswa menganggap pelajaran tertentu kurang penting
3.    Siswa menganggap mata pelajaran tertentu kurang relevan dengan jurusan atau bidang studi dan cita-citanya
4.    Siswa merasa kurang berbakat terhadap pelajaran tersebut
Sebagaimana kita ketahui, walaupun tidak menyenangi pelajaran tertentu siswa tetap dituntut untuk mengikuti pelajaran tersebut dan mengikuti pula ujian yang diadakan. Karena itu jalan terbaik adalah siswa harus berusaha untuk tetap mengikuti pelajaran yang tidak disenangi. Hal ini dapat dilakukan dengan :
1.    Usahakan untuk melihat manfaat yang ada dalam mata pelajaran yang tidak disenangi
2.    Hilangkan sikap meremehkan pelajaran tertentu dengan alasan tertentu
3.    Usahakan untuk mencari metode belajar yang memungkinkan kita tetap mempelajari pelajaran yang tidak disenangi
4.    Hilangkan perasaan bahwa kita tidak berbakat atau tidak mampu dalam mata pelajaran tersebut
5.    Berusahalah dengan berbagai cara untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialami dalam mata pelajaran yang tidak disenangi. Karena semakin banyak kesulitan belajar yang tidak dapat diatasi akan menyebabkan kita semakin tidak senang dengan mata pelajaran tersebut



Materi

CARA MENGATASI KURANG PERCAYA DIRI

A.    Pengertian percaya diri
Percaya diri merupakan salah satu ciri dari kepribadian yang dimiliki oleh seseorang dalam pergaulan sehari-hari kadang kala seseorang yang kurang memiliki kepercayaan pada diri sendiri. Dalam arti seseorang kurang bebas dari dirinya sendiri.
B.    Gejala kurang percaya diri
Ragu-ragu, lidah terasa terkunci dihadapan orang banyak, gagap, murung, malu, tidak dapat berfikir bebas, tidak berani, menyangka akan terjadi bahaya, tambah takut, sangat hati-hati, masa bodoh, meremehkan sesuatu, kelakuan perbuatan tidak baik.
C.    Cara mengatasi kurang percaya diri
1.    Mencari apa yang menyebabkan kita tidak percaya diri. Jika sudah ditemukan maka akan dapat menemukan cara mengatasinya.
2.    Pelajari kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri kita. Hal-hal yang penting adalah mencari hal-hal lain yang dapat menimbulkan keberanian kita walaupun peringatan itu kecil tapi menyatakan hasil yang nyata.
3.    Kembangkan bakat yang kita miliki sebagai kompensasi terhadap kelemahan-kelemahan yang kita miliki
4.    Jangan mudah terpengaruh pendapat orang lain (punya pendirian yang tetap)
5.    Jika hasil kerja kita memuaskan maka kembangkanlah
6.    Hargailah dan bangga dengan hasil yang kita peroleh dalam bidang-bidang tertentu.
7.    Jangan merasa pesimis jika mendapat tugas yang sukar sebab kita akan kehilangan kemampuan kita dan kegagalan akan menimpa hadapilah itu dengan optimis
8.    Jangan sering-sering membandingkan keadaan diri dengan orang lain sebab merugikan diri sendiri

Materi

“MERENCANAKAN MASA DEPAN DENGAN KONSEP AKU”

A.    Pengertian konsep AKU
Merencanakan masa depan dengan konsep AKU adalah bagaimana anda mewujudkan sebuah keinginana dengan memperhatikan keseimbangan dengan keselarasan antara AMBISI, KENYATAAN, dan USAHA.
A (ambisi) adalah kelebihan dan kekurangan pada diri anda yang dapat menjadi faktor pendukung dan penghambat terhadap sebuah ambisi
K (kenyataan) adalah kelebihan dan kekurangan pada diri anda yang dapat menjadi faktor pendukung dan penghambat terhadap sebuah ambisi
U (usaha) adalah suatu kegoiatan yang anda lakukan untuk mencapai ambisi atau keinginan anda
B.    Hubungan antara cita-cita / karier dengan konsep AKU
Tiada keberhasilan diraih tanpa persiapan yang matang, untuk mencapai keberhasilan atau kesuksesan diperlukan perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat, setelah anda pahami semua potensi yang ada baik dalam secara fisik dan psikis, kelebihan dan kekurangan yang anda miliki, maka anda dapat membuat rencana yang matang
C.    Konsep AKU dengan ESQ (Emotional Spiritual Quotient)
Dari gambaran perencanaan masa depan yang dibuat jika tidak ada hambatan maka AMBISI dapat diraihnya. Apabila ambisi tidak dapat tercapai karena faktor penghambat/ kendala yang tidak dapat diatasi maka dibutuhkan suatu kemampuan dari anada untuk dapat menerima kenyataan, bahwa ada kekuatan diluar diri kita yang mengatur hidup kita, pasi ada hikmah dibalik sebuah ambisi, semuanya kita kembalikan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kamampuan ini disebut juga dengan Emotional Spiritual Quotient, yaitu kemampuan seseorang untuk dapat memahami bahwa apapun yang dia lakukan didunia ini karena Tuhan YME . Semua kegiatan yang dikerjakannya selalu berorientasi kepada Tuhan yang Maha Esa, sehingga apabila terjadi kegagalan tidak akan putus asa dan mampu menjadikan hambatan menjadi sebuah peluang. Untuk itu anda harus kreatif agar dapat mengalihkan/ menemukan ambisi/cita-cita kebidang lain sehingga anda dapat sukses hidup didunia dan diakhirat.
Materi

CARA MENGATASI RASA NGANTUK DIDALAM KELAS

Mengantuk merupakan proses fisiologi, hampir semua orang mengalaminya, kejadian seperti ini kadang-kadang sering bahkan selalu. Mengantuk didalam kelas merupakan suatu hal yang dapat mengganggu konsentrasi dalam belajar, dimana siswa yang mengalami hal ini akan terganggu.
A.    Beberapa faktor yang menyebabkan siswa mengantuk didalam kelas ketika sedang belajar yaitu
1.    Kurang jam tidur pada malam harinya dengan berbagai alasan
2.    Kurangnya energi dalam tubuh seperti sehabis pelajaran olah ragaatau mungkin sedang berpuasa
3.    Karena sakit atau kondisi tubuh yang tidak mendukung untuk belajar
4.    Merasa jenuh dan berkesan tidak suka terhadap mata pelajaran tertentu
5.    Kurang aktif dalam mengikuti pelajaran seperti bertanya, mendebat maupun aktif berfikir
6.    Keadaan yang terkondisi dan kebiasaan
7.    Suara guru yang terlalu halus dalam menyampaikan pelajaran
B.    Cara mengantisispasi agar tidak mengantuk
Untuk mengantisipasi agar tidak mengantuk dalam mengikuti pelajaran, adalah dengan menghindari faktor-faktor yang disebutkan tadi, terutama yang berasal dari dalam diri invidu itu sendiri seperti tidur tidak cukup, makan harus cukup pula agar tersedia energi untuk belajar. Apabila berpuasa malamnya harus cukup makan sehingga ketika siswa mengikuti pelajaran siswa dapat dengan aktif mengikuti pelajaran dan jauh dari rasa jenuh
C.    Upaya untuk mengurangi rasa nagantuk didalam kelas anatara lain
1.    Tidur malam jangan terlalu malam, usahakan tidur malam jangan melewati jam 22.00 WIB dan jangan bangun terlalu awal
2.    Jangan terlalu banyak membuang tenaga pada saat istirahat, misalnya bermain bola atau yang lainnya sehingga energi tidak banyak terkuras atau habis
3.    Konsentrasi penuh pada saat pelajaran berlangsung walaupun pelajaran tersebut kurang diminati oleh siswa yang bersangkutan
4.    Usahakan bertanya pada guru yang sedang memberikan pelajaran, karena dengan bertanya tentu konsentrasi penuh dan nantinya penyerapan materi pelajaran lebih cepat dan teringat lebih lama dari pada tidak bertanya
5.    Jika usaha-usaha tersebut ternyata belum juga hilang rasa kantuknya, usahakan untuk ijin sebentar cuci muka dan sedikit menghirup udara segar sehingga suasana akan segar kembali





Materi

MATERI LAYANAN
PACARAN YANG SEHAT

A.    Pengertian Pacaran
Pacaran merupakan suatu proses saling mengenal dan memiliki antara dua insan yang berbeda lawan jenis untuk dapat saling memahami dan menyayangi diantara keduanya sebagai salah satu tugas perkembangan.
B.    Tips Pacaran Yang sehat
1.    Saling terbuka, masing-masing mau bertukar pikiran dengan perasaan terbuka, jujur, saling mempercayai.
2.    Saling menyesuaikan diantara keduanya yaitu denagn cara menyatukan perbedaan-berbedaan yang ada agar tidak ada pertentangan diantara keduanya dan tidak boleh mempertahankan egonya masing-masing
3.    Adanya rasa saling membutuhkan diantara keduanya untuk dapat saling melengkapi karena setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Diharapkan kelebihan tersebut dapat menutupi kekurangan yang ada.
4.    Tidak melibatkan aktifitas seksual, karena dengan aktifitas seksual dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti hamil diluar nikah. Untuk itu sebagai perhatian jangan membaca buku-buku porno, menghayal tentang sex, karena hal tersebut dapat merangsang proses seksual.
5.    Adanya saling menghargai satu sama lain dalam posisi yang setara, antara keduanya tidak boleh berkehendak bahwa ia yang paling berkuasa dan mengatur pasangannya untuk dapat menuruti kemauannya.


MATERI LAYANAN
MENGENAL FILOSOFI KERJA

1.    Harapan untuk bekerja
Seseorang bersekolah dengan suatu harapan, suatu saat akan memperoleh pekerjaan. Semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, semakin tinggi pula harapan seseorang untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik atau mapan jika ditinjau dari sudut penghasilan, fasilitas, kedudukan, jabatan, maupun penghargaan.
Meskipun pada kenyataannya cukup banyak contoh tingginya pendidikan seseorang juga bukan merupakan indikator mutlak ketidak berhasilan seseorang jika ditinjau dari segi penghasilan yang diperoleh dan kemapanan kehidupan keluarganya.

2.    Filosofi kerja
Bekerja memiliki makna yang dalam dan mulia. Bekerja bukan sekedar mencari penghasilan yang bersifat materialistis. Bekerja bermaksud mewujudkan potensi-potensi diri untuk kebijakan dan kemuliaan umat manusia. Nilai pekerjaan seseorang tidak selalu dilihat dari hasil gajinya, penampilan pakaian dan kantornya yang mewah, tetapi dilihat dari amanahnya, makna psikologis dan makna spiritual bagi kehidupan umat. Kita lebih hormat pada tukang sayur atau cleaning servis kalau mereka penuh kejujuran, taat beribadah, berbuat baik bagi keluarga dan masyarakat. Jangan terkecoh dengan orang berdasi dan bermobil mewah tapi menipu dan mencelakakan orang.

3.    Kategori kerja
Bekerja dikategorikan menjadi 2 kelompok:
a.    Wiraswasta
Contohnya:
·    Pedagang, dari pedagang kaki lima sampai pedagang tingkat ekspor impor
·    Pengusaha, dari pengusaha pembuat kue sampai pengusaha besar dengan berbagai macam bentuk usahanya.
b.    Bekerja pada pihak lain
Contohnya:
·    Pegawai negeri TNI, Polisi
·    Pegawai BUMN
·    Pegawai perusahaan swasta

Adapun yang akan kita pilih setelah kita menyelesaikan pendidikan apakah akan menjadi wiraswasta atau pekerja pada pihak lain, ada beberapa hal prinsip yang harus diperhatikan.
Untuk menjadi wiraswasta:
a.    Berani menghadapi tantangan
b.    Ulet dan pantang menyerah
c.    Senantiasa mempelajari dan mengkaji
d.    Tidak mencampur adukkan antar keuangan pribadi/keluarga dengan keuangan usaha

Bekerja pada pihak lain:
a.    Senantiasa aktif mencari informasi lowongan dunia kerja sesuai keahlian yang dimiliki
b.    Disiplin pada peraturan yang ada
c.    Mampu bekerja sama dengan teman sejawat, pimpinan maupun anak buah
d.    Senantiasa mengembangkan kemampuan diri dalam berbagai hal dengan falsafah belajar seumur hidup.

Referensi
Modul pelayanan BK, orientasi dan ekplorasi diri dan lingkungan berdasarkan KBK: Sanggar BK DKI Jakarta

MATERI LAYANAN
MENUNJUKKAM KEMAMPUAN DIRI DALAM MELAMAR PEKERJAAN

Satu rintangan yang paling besar dalam mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan adalah proses seleksi. Proses ini mengharuskan kita untuk dapat meyakinkan calon atasan bahwa kita adalah orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut. Bahkan kita berencana untuk berwiraswasta, kita harus dapat meyakinkan calon pelanggan kita dan para penyumbang dana akan kemampuan kita dalam mengatasi masalah. Intinya, kita harus mampu menunjukkan kemampuan diri.
Hal pertama yang harus kita ketahui bila kita ingin sukses melakukan pencarian kerja adalah mengetahui alasan mengapa kita menginginkan pekerjaan tersebut. Pertama adalah memahami motivasi diri sendiri dalam melamar pekerjaan. Bila kita benar-benar mengerti minat dan nilai kerja kita, maka tidak akan terlalu sulit untuk melakukan pencarian ini. Kedua , kita harus mampu meyakinkan pelanggan, dalam hal ini calon atasan, bahwa kita mempunyai keterampilan yang dibutuhkan.
Hampir selalu, kita menulis tentang diri sendiri. Baik mengisi sebuah formulir lamaran atau mempersiapkan sebuah curriculum vitae (CV) yang merangkum riwayat kerja kita. Selanjutnya, biasanya kita akan menjalani sebuah wawancara dengan calon atasan. Hampir semua orang ingin bertemu dengan seseorang yang akan menjadi rekan kerja mereka.
Seringkali ada berbagai komponen lain yang terdapat dalam proses  seleksi. Seperti adanya kemungkinan berbagai tes ada presentasi yang harus dijalani, atau pusat penilaian ujian negara yang harus dikunjungi. Mungkin kita akan diminta untuk membawa serta contoh dari pekerjaan kita, atau menyerahkan sebuah nama yang dapat memberikan sebuah rekomendasi untuk kita.
Menuangkan sesuatu ke dalam tulisan merupakan tahap awal dalam melamar pekerjaan. Bahkan pada proses seleksi yang paling informal, kita harus selalu membawa sebuah CV untuk diserahkan. Perbedaan utama antara melengkapi sebuah formulir lamaran dan menulis sebuah CV adalah: dalam formulir lamaran, pihak perusahaanlah yang menentukan pertanyaan yang diajukan; sementara dalam membuat CV, kitalah yang harus memutuskan informasi apa saja yang akan perlu diberikan tentang diri kita.
Bila memungkinkan sebuah CV harus diketik dengan komputer atau paling tidak diketik dengan rapi, tidak menggunakan tulisan tangan. Satu keuntungan yang paling besar membuat CV  dengan menggunakan komputer adalah CV tersebut dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaaan yang bersangkutan. Sebuah CV harus dibagi dalam beberapa bagian seperti halnya formulir lamaran. Hali ini meliputi:
1.    Latar belakang informasi pribadi: nama, alamat, usia, jenis kelamin, dan lain-lain
2.    Kualifikasi pendidikan dan gelar: nama sekolah/universitas, jurusan, level tertinggi dari kualifikasi yang telah dicapai, masa belajar dan sebagainya.
3.    Riwayat pekerjaan: daftar kerja (termasuk nama pekerjaan, perusahaan, lama bekerja)
4.    Pekerjaan yang dahulu/sekarang: nama pekerjaan, nama dan alamat perusahaan, gaji
5.    Informasi lain yang berkaitan: misalnya, penghargaan, pekerjaan sampingan
6.    Nama-nama orang yang memberikan rekomendasi: nama, jabatan, dan alamat orang yang memberikan surat rekomendasi (mereka harus diberitahukan dan diminta kesediaannya terlebih dahulu sebelum kita menulis perinciannya)
7.    Bentuk  CV yang sebenarnya akan bervariasi tergantung dari pekerjaan dan pasaran kerja.


Referensi
Hirsh, Wendy dan Jakson, Charles. 2004. Perencanaan Karier yang Sukses dalam Sepekan. Bekasi: Megapio


MATERI LAYANAN
RENCANA STUDI LANJUT

SMA sebagai salah satu lembaga pendidikan, bertujuan mendidik siswa yang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. SMA berbeda dengan sekolah kejuruan, sesuai dengan tujuan lembaga tersebut, maka siswa SMA perlu membuat rencana kelanjutan studi. Dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tentunya kesempatan memperoleh pekerjaan yang lebih baik akan semakin semakin besar pula. Apabila saat ini tidak bisa dipungkiri, persaingan begitu ketat untuk mencari pekerjaan. Disamping itu, di dalam agama dikatakan bahwa setiap insan wajib menuntut ilmu sepanjag hayat; usaha berfikir dan mengoptimalkan fungsi pikir akan mendatangkan pahala yang besar, kemiskinan sangat beresiko besar kepada kekufuran (melemahnya/hilangnya keimanan)
Perguruan tinggi yang tepat bukan berarti mahal dan terkenal. Namun yang sesuai dengan minat, kemampuan akademis, serta kondisi sosial ekonomi, disamping kredibilitas dan perguruan tinggi yang bersangkutan. Di bawah ini akan dikemukakan berbagai informasi mengenai perguruan tinggi. Simaklah informasi tersebut dengan baik, kemudian kerjakan tugas sesuai dengan petunjuk.
1.    Status dan Akreditasi Perguruan Tinggi
Dilihat dari statusnya perguruan dibagi dua: Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Perguruan tinggi negeri adalah perguruan yang sikelola oleh pemerintah baik dibawah Departemen Pendidikan Nasional maupun dibawah Departemen lain milik pemerintah. Perguran tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan atau kelompok/yayasan tertentu. Umumnya, perguruan tinggi negeri mendapat subsidi dari pemerintah dalam pengelolaan pelaksanaan pendidikan. Lain hanya dengan perguruan tinggi swasta menjadi tanggung jawab perguruan tinggi yang bersangkutan sepenuhnya.
Akreditasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi, baik negeri dan swasta.
Ada dua jenis akreditasi yang diberikan pemerintah kepada program studi di perguruan tinggi:
-    Status terdaftar, diakui atau disamakan- diberikan kepada program studi perguruan tinggi swasta
-    Status terakreditasi atau Nir-akreditasi- diberikan kepada semua perguruan tingi
2.    Jalur dan Jenjang Pendidikan di Perguruan Tinggi
Ada dua jalaur pendidikan di Indonesia, yaitu jalur akademik dan jalur profesional. Jalur akademik (biasanya disebut jenjang sarjanan/SI). Lebih menenkankan pada penguasaan ilmu pengetahuan serta pengembangannya. Setelah lulus dari jalur ini, mahasiswa berhak memperoleh gelar dan terbuka kesempatan untuk terus melanjutkan ke jenjang yang leih tinggi (pasca sarjana). Masa studi program sarjana minimal 8 semester.
Jalur pofesioanl (sering disebut jenjang diploma) menekankan pada penerapan keahlian tertentu. Mahasiswa diarahkan pada peningkatan kemampuan atau keterampilan kerja, serta mengutamakan aplikasi ilmu dan teknologi. Setelah lulus mahasiswa memperoleh sebutan profesional, serta siap memasuki dunia kerja. Masa studi program diploma umumnya 2 semester untuk D1, 4 semester untuk D2, dan 6 semester untuk D3.
3.    Jenis Perguruan Tinggi
Secara umum perguruan tinggi di Indonesia dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu: Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi dan Politeknik. Masing-masing jenis memiliki karakteristik yang berbeda.
a.    Universitas, menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan/atau profesional (diploma) dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan tertentu. Universitas memiliki program studi paling beragam, mulai dari eksakta sampai sosial.
b.    Institut, menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan /atau (profesional) dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu,  misalnya Institut Pertaian Bogor, Institut Teknolgi Bandung, dan sebagainya.
c.    Sekolah tinggi, menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan/ atau profesinal (diploma) dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu. misalnya Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIMIK). Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN), dan sebagainya
d.    Akademi, meyelenggarakan program pendidikan profesional dalam satu atau sebagaian cabang ilmu pengetahuan tertentu. misalnya akademi bahasa, akademi sekertaris, akademi perawat dan sebagainya.
e.    Politeknik, menyelenggarakan program pendidikan profesional (diploma) dalam satu atau sebagian cabang ilmu pengetahuan tertentu, misalnya politeknik elektro, politeknik manufaktur dan sebagainya.
4.    Sistem Penerimaan Mahasiswa
Setiap perguruan tinggi mempunyai cara tersendiri dalam menjaring mahasiswa. Secara garis besar sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri dilaksanakan secara non test (penelusuran bakat, minat, dan kemampuan). Tes (ujian saringan masuk) yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan, dan SPMB
Sistem penerimaaan mahasiswa secara tes dilaksanakan melalui penelusuran bakat, minat dan kemampuan dari calaon mahasiswa. Biasanya perguruan tinggi akan mengirimkan undangan (edaran) tentang penerimaan mahasiswa secara non tes kepada sekolah menengah atas dengan persyaratan tertentu. Adanaya persyaratan nilai minimum pada mata pelajaran tertentu, atau memiliki prestasi pada bidang seni/olah raga dan lain-lain. Istilaah yang dipergunakan oleh setiap perguruan tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru secara non tes berbeda-beda. Seperti PMDK (penelusuran minat dan kemampuan) untuk UNJ. PPKB (program pemerataan kesempatan  belajar) untuk UI. PSSB (program seleksi siswa bepotensi) untuk Undip. PBUD (penelusuran bibit unggul daerah) untuk UGM dsb.
5.    Sistem belajar di perguruan tinggi
Sistem belajar di perguruan tinggi berbeda dengan di SMA, terutama dalam metode belajar mengajarnya. Di SMA, siswa menerima banyak sekali mata pelajaran, tetapi di perguruan tinggi mahasiswa mendapat mata kuliah lebih berfokus pada jurusan atau program studi yang dipilihnya, kecuali mata kuliah umum yang wajib bagi mahasiswa tahun pertama seperti agama dan budaya. Sistem belajar di perguruan tinggi dikenal dengan sistem kredit semester (SKS), yaitu cara untuk mengukur beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, maupun penyelenggara program dalam satuan kredit. Satu SKS meliputi kegiatan pendidikan selama 45-50 menit perminggu. Untuk berhasil lulus setiap jenjang pendidikan harus menyelesaikan jumalh SKS yang berbeda:
Program diploma 1 (D1), jumlah SKS 40-50, lama studi 2-4 semester
Program diploma 2 (D2), jumlah SKS 80-90, lama studi 4-6 semester
Program diploma 3 (D3), jumlah SKS 110-120, lama studi 8-10 semester
Program diploma 4 D4), jumlah SKS 144-160, lama studi 8-14 semester
Program sarjana (SI), jumalah SKS 144-160, lama studi 8-14 semester
6.    Perguruan Tinggi Kedinasan
Perguruan tinggi kedinasan adalah perguruan tinggi dibawah departemen lain selain departemen pendidikan nasional. Umumnya lulusan perguruan tinggi kedinasan langsung terkait dengan departemen bersangkutan, sehingga banyak yang bisa langsung mendapatkan pekerjaan tanpa harus proses tes lagi.
7.    Mengikuti kursus/pelatihan
Seandainya anda memilih tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ada alternatif lain yang dapat anda pilih untuk meningkatkan life skill dan dapat modal utuk bekerja atau berwiraswasta yaitu dengan mengikuti kursus atau keterampilan.


Referensi
modul pelayanan BK, Pengambilan keputusan. Sanggar BK DKI Jakarta




MATERI LAYANAN
INFORMASI DUNIA KERJA

Bekerja merupakan suatu kebutuhan manusia, dengan bekerja manusia berharap akan dibawa kepada keadaan yang lebih baik dan memuaskan pada dirinya. Pekerjaan adalah sumber penghasilan, kesempatan pengembangan diri, serta aktualisasi diri, disamping untuk berbakti. Sebagai suatu kesempatan hendaknya pekerjaan tidak disia-siakan dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Bekerja merupakan perwujudan citra manusia dari Tuhan yang diberi kemampuan untuk menguasai alam semesta secara bijaksana dan bertanggung jawab. Karena itu orang yang tidak mau atau malas bekerja adalah orang yang tidak menjunjung martabat diri sendiri sebagai manusia. Setiap manusia diberi bekal dan kemampuan yang berbeda. Begitu juga dengan pekerjaan, terdapat berbagai macam pekerjaan, yang menyerap waktu, pikiran dan tenaga.
Untuk mendapatkan pekerjaan ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan:
1.    Mencari lowongan kerja
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan memilih pekerjaan:
a.    Mendaftarkan diri ke Departemen Tenaga Kerja/bursa kerja sebagai calon pencari kerja
b.    Membaca koran atau majalah yang memuat lowongan kerja
c.    Melihat informasi lowongan kerja melalui media elektronik, seperti televisi, internet dan sebagainya
d.    Rajin mengunjungi pusat-pusat perkantoran dan pameran bursa kerja
e.    Bergaul dan bertanya kepada orang-orang yang sudah bekerja
f.    Memantapkan rasa percaya diri dan mempromosikan kemampuan yang dimiliki


2.    Mengikuti tes seleksi
Setiap calon tenaga kerja pada umumnya harus mengikuti tes (seleksi) terlebih dahulu. Biasanya tes (seleksi) dilaksanakan secara bertahap. Bentuk seleksi tersebut biasanya:
a.    Seleksi administrasi, merupakan seleksi terhadap berkas yang dikirim. Kelengkapan berkas persyaratan yang diminta merupakan penentu kelulusan tes ini. Pada umumnya persyaratan yang diminta oleh penerima tenaga kerja adalah; surat lamaran, fotocopy ijazah/STTB, fotocopy KTP. Surat keterangan kelakuan baik (SKKB) dari kepolisian, pasfoto ukuran 3x4 atau 4x6 dan daftar riwayat hidup
b.    Seleksi akademis, merupakan seleksi yang berhubungan dengan penalaran/kemampuan belajar biasanya seleksi ini bersifat tertulis. Materi tes umumnya dalam bidang Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Pengetahuan Umum
c.    Psikotes (tes kemampuan secara keseluruhan). Psikotes dilaksanakan untuk mengetahui seberapa besar kesesuaian anatara pekerjaan dengan kepribadian pelamar kerja. Biasanya tes ini meliputi tes bakat, minat, kecepatan, dan ketelitian kerja, sikap kerja dan sebagainya.
d.    Tes wawancara. Setelah mengalami beberapa kali sseleksi pihak pencari tenaga kerja biasanya memanggil para pelamar yang memenuhi kriteria penilaian untuk mengikuti wawancara. Dalam wawancara ini, pihak pencari harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menghadapi wawancara. Pelamar harus berusaha meyakinkan pihak pencari tenaga kerja bahwa dia memiliki kriteria yang dibutuhkan serta memiliki dedikasi yang tinggi. Usahakan jangan melebih-lebihkab kemampuan yang dimiliki sehingga tidak sesuai dengan enyataan, namun jangan sebaliknya malahan menutupi kemampuan yang dimiliki.

Referensi
modul pelayanan BK, Pengambilan keputusan. Sanggar BK DKI Jakarta.


MATERI LAYANAN
ANALISIS POTENSI DIRI  DALAM HUBUNGAN DENGAN KARIER

Ketika anda mulai memilih suatu karier, anda hendaknya menyadari dua hal. Pertama, memahami tentang diri sendiri. Kedua, hendaknya anda mengetahui apa yang ditawarkan dan dibutuhkan oleh lingkungan.
A.    Analisi fisik untuk memilih karier
Ciri-ciri fisik sangat mudah untuk dilihat dan dikenali. Ciri-ciri fisik antara lain bentuk badan, tinggi badan, berat badan, warna kulit, warna rambut, bentuk hidung, mata, dahi, dan lain-lain.ciri-ciri fisik sangat menentukan tingkat kemampuan fisik seseorang. Kemampuan fisik antara lain
1.    Kemampuan sensorik atau sistem indera/ketajaman penginderaan
2.    Kemampuan olah vokal
3.    Kemampuan motorik atau kontrol gerak tubuh/ kemampuan jasmani atau olah raga
B.    Analisis psikis untuk memilih karier
Disamping kemampuan fisik, hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih karier adalah kemampuan psikis. Secara garis besar kemampuan psikis meliputi: (1) Kemampuan Akademik; (2) Kemampuan Umum (IQ); (3) Kemampuan Khusus (Bakat); (4) Minat; (5) Kepribadian
1.    Kemampuan Akademik
Kemampuan akademik merupakan sebagian dari kemampuan intelektual. Beberapa faktor yang berpengaruh dalam prestasi akademik adalah minat terhadap pelajaran, keteraturan mempersiapkan diri, kelengkapan sarana dan prasarana, kecermatan, kerapihan tugas dan pekerjaan, kemampuan berkomunikasi dan bergaul.
2.    Kemampuan Umum (IQ)
Kemampuan umum diartikan sebagai kemampuan dasar yang dibutuhkan oleh individu dalam beradaptasi, mengubah dan memilih lingkungan. Kecerdasan ini dapat diukur melalui tes psikologi.
Definisi IQ menyangkut 2 hal yaitu pertma kemampuan tingkat tinggi, seperti penalaran abstrak, representatif mental, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Dua yaitu kemampuan belajar untuk memenuhi tuntutan lingkungan.
3.     kemampuan khusus (bakat)
bakat adalah suatu kemampuan khusus yang dimiliki oleh setiap individu. Bakat yang berkembang dapat menjadikan sebuah profesi bagi pemilinya.
4.    Minat
Minat sangat erat sekali hubungannya dengan perasaan suka atau tidak suka, tertarik atau tidak tertarik, senang atau tidak senang. Minat merupakan dorongan yang kuat dalam belajar, mengerjakan sesuatu pekerjaan atau melaksanakan tugas yang dibebamkan kepada seseorang. Minat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan seseorang dalam merencanakan massa depam.
5.    Kepribadian
Kepribadian yaitu organisasi yang dinamis dalam diri individu, terdiri dari sistem-sistem psiko fisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik dari individu tersebut terhadap lingkungannnya terbentuknya suatu pola kepribadian seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor bawaan (fisik dan psikis). Faktor pengalaman awal dari keluarga dan faktor-faktor pengalaman dalam kehidupan. Faktor kepribadian ini memiliki peranan yang berpengaruh bagi seseorang antara lain menentukan arah pilihan jurusan/ program studi selanjutnya dan arah pilihan karier.

Referensi
modul pelayanan BK, Pengambilan keputusan. Sanggar BK DKI Jakarta





MATERI LAYANAN
KONSEP DIRI

Konsep diri merupakan keseluruhan pandangan seseorang tentang dirinya sendiri. Dengan kata lain konsep diri juga merupakan potret tentang bagaimana seseorang melihat, menilai, menyikapi diri dan iselismenya.
Konsep diri memiliki tiga unsur, yaitu:
a.    Pengetahuan tentang diri sendiri
Wawasan tentang diri sendiri semakin lama semakin luas sesuai dengan perkembangan dinamika konsep dirinya
b.    Pengharapan terhadap diri sendiri
Yaitu harapan dan kemungkinan dirinya menjadi apa kelak sesuai dengan idelaismenya. “diri ideal” setiap orang berbeda-beda, ada yang mengharap dirinya menjadi dokter yang sukses, insinyur, pengacara yang jujur dll.
c.    Penilain terhadap diri sendiri
Disadari atau tidak setiap saat kita selalu menilai diri sendiri. Khusunya menilai setiap tingkah lakunya
Contoh: saya pintar dalam pelajaran matematika, tetapi saya lemah dalam pelajran bahasa inggris.
Hasil penelitian antara harapan yang dibentangkan dengan fakta yang ada didalam diri akan menghasilkan “rasa harga diri” . Semakin lebar ketidak sesuaian antara keinginan dan keadaan nyata pada diri sendiri maka”semakin rendah rasa harga dirinya”. Sebalinya orang yang hidupnya mendekati standar keinginannya, menyukai apa yang dikerjakannya maka akan “semakin tinggi rasa harga dirinya”
Konsep diri positif dan negatif
Konsep diri positif ada dalam diri orang yang mampu menerima keadaan dirinya secara apa adanya dengan menerima resiko kekuatan dan kelemahannya. Dia tidak merasa terancam ketika di kritik serta tidak hanyut sewaktu dipuji dan disanjung.
Konsep diri negatif terjadi pada individu yang tidak banyak mengetahui tentang dirinya, tidak melihat dirinya secara utuh kelebihan dan kekurangannya. Misalnya terlalu melihat kelebihan diri saja (menjadi sombong) atau hanya memandang kekurangan diri (menjadi rendah hati)


Referensi
modul pelayanan BK, Pengambilan keputusan. Sanggar BK DKI Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar